Home » » Hidup Dengan Qana'ah

Hidup Dengan Qana'ah

Hendaklah kita hidup dengan Qana'ah. Tidak serakah, tidak tergiur dengan milik orang lain. Tidak tamak mencari harta sampai tidak mengenal kapan jadwal  untuk beribadah dan kapan waktu untuk mencari nafkah.
Bila kita tergiur menumpuk harta dan selalu berandai-andai dapat dipaastikan tamak sangat krusial dalam diri kita,
lebih dari itu tamak akan mendorong untuk menjalankan roda-roda kemaksiatan di muka bumi. Memang karakter kita adalah serakah, tetapi ini harus kita kekang semaksimal mungkin. Rasulullah saw. menegaskan dalam sebuah hasits :
"andaikan manusia mempunyai dua jurang yang dipenuhi emas, niscaya ia mencari tiga kali berulang-ulang kali. dan tidak akan mampu membayangkan perutnya (karena sangat serakah). dan Allah menerima taubatnya orang-orang yang bertaubat." (HR. Bukhari dan Muslim).

Carilah harta yang menempati posisi yang diridhai Allah swt. dan atau ini mutlak diperlukan usaha yang serius untuk memperolehnya. Perlu perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Maha benar Allah dalam FirmanNya:
"sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka mau merubah nasibnya sendiri." (QS. Ar Ra'du:11)
Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali menceritakan cerita dari Syaikh Sya'biy: Ada laki-laki yang memburu burung dan mampu menangkapnya, Atas kuasa Allah swt. burung itu  berbicara seperti layaknya manusia.

"Apa yang kau inginkan dengan pekerjaanmuterhadapku ?" ujar burung tadi kepada laki-laki tersebut.
"Aku ingin menyembelih dan memakanmu..." jawab laki-laki itu
bung itu berkata lagi "Aku tidak dapat menyembuhkan dan menghilangkan rasa lapar, aku akan memberikan pelajaran yang lebih baik untukmu. Pertama, saat aku ada di tanganmu. Kedua, waktu aku ada di atas pohon. Dan Ketiga, ketika ada di bukit."
Laki-laki itu menjawab, "Jelaskan pelajaran yang pertama wahai burung...!!!"
"Janganlah susah dan sedih dengan sesuatu yang lepas darimu !" jawab si burung.
"Uraikan pelajaran yang kedua !!" pinta laki-laki itu.
"Jangan percaya dengan sesuatu yang belum tentu ada bahwa sesuatu itu ada." Setelah berkata demikian, ia lau terbang ke bukit, "wahai orang yang sial, andaikan kau jadi menyembelihku, niscaya kau akan menemukan dari paruhku dua intan, yang masing-masing seberat 77,88 gram."
Laki-laki itu menggigit bibirnya dan sedih, "Terangkan pelajaran yang kedua. Pelajaran yang pertama, janganlah sedih dengan sesuatu yang lepas darimu ! pelajaran kedua, janganlah percaya dengan sesuatu yang belum ada bahwa sesuatu itu ada. Sementara dagingku, darahku, dan buluku tidak mungkin seberat 77,88 gram, bagaimana mungkin di dalam paruhku ada intan seberat 77,88 gram", dan selanjutnya ia terbang....


Thanks for reading Hidup Dengan Qana'ah

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar